TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK

TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK

 

TUGAS PERTEMUAN I

PERBEDAAN STRATEGI DAN TAKTIK

PERUSAHAAN PT. INDOFOOD TAHUN 2009

  

Logo Narotama

 

 DISUSUN OLEH :

IKA YULIA                              01112059

 

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

TAHUN 2014

I. Visi dan Misi PT. INDOFOOD

visi  Indofood : to become a total food solutions company

PT. Indofod berusaha untuk menjadi  perusahaan bagi solusi penyedia makanan  dari kebutuhan yang ada dan selalu berusaha total dam operasinya.

 

Misi Indofood :

–          untuk terus meningkatkan Sumber Daya Manusia, proses dan technology

–          untuk terus meningkatkan kualitas terbaik, innovative dan menghasilkan produk yang terjangkau oleh pembeli

–          menjamin ketersediaan produk untuk memenuhi pembeli dalam dan luar negeri

–          berkontribusi dalam memperbaiki kualitas pemenuhan nutrisi masyarakat Indonesia

–          untuk terus meningkatkan laba perusahaan

 

II.      Internal Assessment

1. Value and Culture

Dari semboyan yang menunjukkan nilai perusahaan ini, Indofood ingin menunjukkan bahwa mereka adalah perusahaan yang ingin selalu memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen yang merupakan factor yang menentukan kesuksessan perusahaan, melalui staff yang handal yang merupakan asset terbesar yang dimiliki oleh Indofood dan dengan didukung melalui inovasi-inovasi yang terus dilakukan untuk mencapai hasil yang excellence dengan mengandalkan kinerja tim.

2. Marketing

Produk yang diproduksi oleh Indomie adalah mie berkualitas tinggi dengan berbagai macam varians. AdaIndomie goreng, Indomie rasa soto, Indomie Kari Ayam, dan bahkan ada Indomie citarasa tradisional seperti rasa Cakalang, soto Betawi dan soto Madura, selain itu juga ada Indomie duo dan Indomie goreng Premium.Hal tersebut menunjukan bahwa Indomie ingin terus memberikan mie yang berkualitas kepada konsumennya, dengan juga terus melakukan inovasi untuk menghasilkan cita rasa mie yang sesuai dengan selera konsumen.Segmen utama yang dituju oleh Indomie adalah segmen pasar Indonesia dengan targetnya adalah kalangan kelas menengah ke atas. Target terebut jujga dipertimbangkan karena produk Indomie merupakan produk yang health conscious, sehingga dinilai sesuai untuk kalangan menengah ke atas yang sudah mulai mengutamakan aspek kesehatan dalam mengkonsumsi suatu produk. Akan tetapi saat ini Indomie telah mulai merambah pasar luar negeri. Dan mengenai masalah target pasarnya, walaupun target utamanya adalah kalangan menengah ke atas, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk semua kalangan menikmati produk Indomie, dikarenakan sangat banyak warung-warung kecil yang menjual produk Indomie, maupun warung-warung Indomie pinggir jalan yang membuat Indomie siap makan.

 

Akktivitas pemasaran yang dilakukan Indomie untuk menjual produknya tergolong cukup gencar dan terintegrasi. Apalagi ketika Wingsfood dengan mie sedap-nya muncul sebagai kompetitor baru yang agresif,Indofood juga menjadi lebih agresif dalam belanja iklan. Walaupun Indomie bukanlah produk utama yang digunakan untuk melawan mie sedaap, akan tetapi hal tersebut tetap memicu kenaikan biaya pemsaran yang digunakan oleh Indomie.Penetapan harga produk Indomie berbeda dengan produk Indofood lainnya, hal tersebut dikarenakan aspek target pasar yang dtuju oleh Indomie adalah kalangan menengah ke atas, sehingga Indomie sebgai produk yang lebih elegan mempunyai harga yang sedikit lebih mahal. Dalam penentuan harga, suppliers tidak terlalu mempengaruhi penetapan harga produk Indomie, dikarenakan Indofood menguasai jaringan produk ini dari hulu ke hilir, sehingga yang memungkinkan adanya perubahan harga misalnya adalah ketika memang terjadi perubahan harga bahan baku utama yang cukup siginifikan.

3. Produksi

Indomie ternyata sudah merambah produksinya hingga Nigeria, arab Saudi, dan mesir, namun pembangunan pabrik disana masih dalam tahap penjajakan. Bagi Indomie kegiatan proses produksi adalah suatu kegiatan terpenting bagi perusahaan. Karena dengan berlangsungnya proses produksi yang efektif dan efisien , diharapkan kebutuhan konsumen atau pasar dapat terpenuhi. Proses produksi dapat berjalan dengan lancar apabila ketersediaan akan bahan baku mencukupi. Pengertian bahan baku dalam hal ini adalah sebagai bagian dari aktifa yang meliputi bahan baku, ataupun barang setengah jadi yang akan mengalami suatu proses produksi. Pada prinsipnya persediaan bahan baku ditujukan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan yang harus dilakukan secara berurutan dalam upaya memproduksi barang jadi atau produk.

4. Distribusi

Indofood memiliki satu grup tersendiri yang menangani pendistribusian produk-produknya yaitu Grup Distribusi Indofood. Grup distribusi Indofood sangat berperan dalam meningkatkan penjualan produknya.Peningkatan penjualan pada tahun 2007 misalnya, merupakan satu hasil kerja keras dari Grup distribusi Indofood, dan tentu saja hasil dari output bagian-bagian lain pula. Indofood dalam pendistribusiannya concern sekali dengan stock point yang ada di kawasan-kawasan startegis, yang dapat menjamin kelancaran distribusi produk ke ritel-ritel. Penetrasi yang dalam juga telah dilakukan oleh grup ini dengan menambah stock point, sehingga dapat meningkatkan jumlah ritel yang dilayani dan dapat menjangkau kawasan-kawasan pedesaan. Dalam konteks produk Indofood adalah mi instant, pendistribusiannya dapat dikatakan sudah cukup dalam,paling tidak menurut pendapat penulis. Hal tersebut terindikasi dari tersebarnya warung-warung yang khusus menjual indomie yang siap makan. Selain itu, indikasi lain adalah keberadaan indomie di warung-warung kecil selain tentu saja keberadaannya di setiap supermarket di pelosok Indonesia.Dan berdasarkan survey yang dilakukan oleh Qasa Consulting, kekuatan distribusi Indomie terbukti, dalamThe Most Powerfull Distribution Performance tahun 2007, yang mencapai 95%, sedangkan Mi Sedaap yang merupaklan pesaingnya mempunyai kekuatan distribusi sebesar 73%.

III.                Tujuan Jangka Panjang

Tujuan jangka panjang dari indomie adalah menguasai pasar mie instant di Indonesia . Tujuan jangka panjang indomie di toping oleh tujuan-tujuan strategisnya yaitu :

–          Menghadirkan mie instant yang berkualitas namun dengan harga yang terjangkau

–          Memelihara kesetiaan pelanggan dan distributor

–          Memberikan harga yang kompetitif dengan menekan biaya produksi melalui penghematan biaya dari hulu sampai hilir (dari supplier sampai

distributor)

Selain itu, indomie pun menggunakan tujuan keuangan sebagai gambaran tercapainya tujuan strategis dan tujuan jangka panjang. Misalnya saat profit margin turun dan penghasilan menjadi 2,1 % di tahun 2007, yang disebabkan biaya produksi yang besar, maka diantisipasi dengan melakukan penghematan di lini produksinya dengan menggunakan sumber energy yang lebih murah.

IV.                Strategi SBU Noodle dalam Persaingan

Indomie kini berada di tengah-tengah persaiangan yang ketat. Setelah sekian lama menikmati persaingan yang “hampa”, mulai pada tahun 2003, tepatnya pada bulan Mei, Indomie harus menghadapi gempuran produk baru yang cukup sensasional, Mie Sedap. Produk Mie berbendera Wingsfood tersebut sangat agresif dalam menggarap pasar yang selama kurun waktu sebelum 2003 dikuasai oleh Indomie. Selain itu, muncul pula pesaing baru, Mie Kare dari Orang Tua Group. Pada saat itu, sebagai dominant market leader, Indofood sempat terlena me-maintain pasarnya sehingga kesempatan ini dimanfaatkan oleh pendatang baru Mie Sedap dari Wingsfood dan Mie Kare dari Orang Tua Group.

 

Persaingan yang muncul secara tiba-tiba tersebut membuat Indofood seolah tersentak sebagai akibat dari ketidaksiapannya menghadapi persaingan dari para competitior baru, pangsa pasar Indofood mulai terkikis. Menurut data MIX, pada tahun 2002 Indofood masih menguasai pasar mie sebesar 90 %. Begitu Mie Sedap masuk pada Mei 2003, dengan rasa baru, harga kompetitif, dan promo yang gencar, pangsa pasar Indofood mulai goyah. Pada 2006 pangsa pasar Indofood turun diperkirakan menjadi sekitar 75 %. Pangsa pasar 25% sisanya diperebutkan oleh pesaingnya.

 

Dalam persaingan yang mulai memanas dan mulai memangkas pangsa pasar Indofood tersebut, Indofood tidak tinggal diam. Indofood dalam rangka menghadapi persaingan dengan Wingsfood dan competitor lainnya dalam industry mie instan di Indonesia dan tentunya dalam rangka mencapai visi dan misinya. Strategi perusahaan secara garis besar dibagi menjadi 4 yaitu strategi integritas, strategi intensive, strategi diversifikasi dan strategi defensive.

 

–          Strategi integrasi merupakan sebuah strategi yang dilakukan untuk dapat mengintegrasikan pemasok distributor dan pesaing kedalam sebuah                     wadah yang dapat dikontrol oleh perusahaan. Yang termasuk strategi integrasi adalah integrasi ke depan, integrasi ke belakang dan integrasi                       horizontal.

–          Strategi Intensif

Perusahaan membutuhkan usaha yang dilakukan denga sungguh-sungguh untuk memperbaiki posisi perusahaan dalam persaingan. Yang                              termasuk strategi intensif adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk.

–          Strategi Diversifikasi

Strategi diversifikasi dilakukan oleh perusahaan induk dengan memasuki bidang industry baru. Strategi diversifikasi terdiri dari 3 strategi yaitu              diversifikasi konsentrik, diversifikasi horizontal, dan diversifikasi konglomerat. Strtaegi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan                perusahaan terhadap satu bidang industry. Dalam kaitannya dengan SBU Noodle milik Indofood, pembebasan strategi ini tidak relevan karena                  SBU Noodle merupakan suatu unit bisnis yang tidak mempunyai kewengangan untuk melakukan perluasan bidang industry. Akan relevan jika                  pemahasan strategi diversifikasi dikaitkan dengan perusahaan induk yaitu Indofood.

Namun barangkali menurut pemahaman diversifikasi konsentrik, strategi SBU Noodle untuk meluncurkan Pop Mie bisa di golonggkan kedalam strategi diversifikasi. Dengan konsep pengemasannya yang berbeda walaupun merupakan produk mie juga, Pop Mie menjadi produk hasil diversifikasi SBU Noodle. Dari hal tersebut diatas, dapat dibuat kesimpulan bahwa SBU Noodle telah melakukan strategi diversifikasi konsentrik dengan menghadirkan Pop Mie ke Dalam Pasar.

 

–          Strategi Defensif

Strategi defensive digolongkan menjadi 3 yaitu strategi retrenchment, strategi divestasi, dan strategi likuidasi. Strategi retrenchment terjadi                       ketika suatu perusahaan melakukan turnaround. Penjualan asset-aset perusahaan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan termasuk ke             dalam strategi retrenchment. Divestasi adalah strategi terkait penjualan divisi perusahaan untuk meningkatkan modal. Likuidasi adalah strtaegi                 yang digunakan dalam kondisi perusahaan yang sudah merugi besar dan kondisi keuangan yang negative. Likuidasi dilakukan dengan menjual                   seluruh asset-aset perusahaan.

 

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka strategi tersebuttidak berada pada level SBU melainkan berada pada level perushaaan induk. Oleh karena itu, maka tidak perlu menjelaskan strategi-strategi tersebut dalam kaitannya dengan SBU Noodle.

V.                  Implementasi Strategi

Implementasi strategi mempengaruhi semua area fungsional dan divisional dari suatu bisnis. Bahkan rencana strategis yang secara teknik paling sempurna sekalipun hanya akan memebri sumbangan yang kecil bagi pencapaian tujuan jika tidak dimplementasikan. Banyak organisasi cenderung menghabiskan dan menghamburkan waktu, uang, dan usaha untuk mengembangkan rencana strategis, memperlakukannya seolah-olah ia akan diimplementasikan hanya akan sebagai tambahan belaka. Perubahan datangnya melalui implentasi dan evaluasi, tidak dari perencanaan.  Rencana yang secara teknis kurang sempurna apabila diimplementasikan dengan baik dapat meraih hasil yang lebih baik dibandingkan rencana yang sempurna namun hanya ada di atas kertas.

 

Jawaban dari tugas pertemuan I :

1.       Perbedaan Strategi dan Taktik adalah :

Strategi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih.

Strategi

–          Perumusan Strategi adalah memosisikan kekuatan sebelum dilakukannya tindakan.

Dalam hal ini dapat dilihat dari Visi PT. Indofood yaitu menhasilkan produk yang inovatif dalam nutrisi makanan instant.

–          Perumusan Strategi bisa dilihat dari jangka waktunya yaitu biasanya bersifat jangka panjang lima sampai sepuluh tahun ke depan apa yang ingin                dicapai oleh perusahaan.

–          Perumusan Strategi Berfokus pada efektivitas

–          Perumusan Strategi terutama adalah proses intelektual. Rencana strategi perusahaan di susun oleh top management dalam perusahaan.

–          Perumusan strategi membutuhkan keahlian intuitif dan analisis yang baik.

–          Perumusan strategi membutuhkan koordinasi di antara beberapa individu.

 

Taktik

–          Taktik berisi bagaimana cara untuk menjalankan strategi Perusahaan (bagaimana mengimplementasikan strategi perusahaan). Ini bisa dilihat                     dalam Misi Perusahaan. Dan dilakukannya strategi-strategi dalam pengembangan produk untuk mencapai tujuan perusahaan.

–          Taktik adalah mengelola kekuatan yang mengelola semua hal selama tindakan dijalankan.

–          Taktik biasanya bersifat jangka pendek untuk 1 tahun kedepan.

–          Taktik biasanya disusun oleh middle management perusahaan. Setiap manager divisi membuat rencana untuk menjalankan strategi dari                                 perusahaan.

2.       Cara untuk mengimplementasikan manajemen strategi

Adalah dengan :

–          Mengimplementasikan taktik yang dibuat oleh middle manajemen, biasanya dilakukan low manajemen

–          Implementasi Strategi berfokus pada efektivitas

–          Implementasi strategi terutama adalah proses operasional

–          Implementasi membutuhkan motivasi khusus dan keahlian kepemimpinan.

–          Implementasi strategi membutuhkan koordinasi di antara banyak individu

Contoh pada PT Indofood adalah semua divisi mempunyai taktik dari penjabaran manajemen strategi dalam bidang devisinya  baik dalam bidang SDM, Pemasaran dan Produk. Dalam perencanaan strategi tersebut pihak low managemen bertugas untuk melaksanakan dalam kegiatan operasionalnya untuk mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, sangat esensial untuk melibatkan manajer divisional dan fungsional dalam perumusan strategi.

 

Sumber : http://id.scribd.com/doc/135705112/Analisis-Manajemen-Stratejik-Pt-Indofood

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply