Tugas Besar Managemen Strategic

BAB I

JATIDIRI, SEJARAH PENDIRIAN, VISI, MISI, SASARAN DAN TUJUAN TAHUN 2008

1.1 Rumusan Jatidiri Dan Sejarah Pendirian Program Studi

Nama dan Alamat Program Studi :

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (Prodi PWK)

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111

Telp : (031) 5922425, Fax : (031) 5922425

E-mail : urplan@its.ac.id,

Website : http://www.pwk.its.ac.id

Prodi Perencanaan Wilayah Dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya berada pada lingkup Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Program ini dibuka pada tahun akademik 2002/2003, dengan daya tampung sebanyak 60 mahasiswa tiap tahun. Dasar hukum pendirian program studi ini adalah sebagai berikut:

–    Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

–     Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.

–     Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi sebagai Badan Hukum.

Pada tanggal 25 Agustus 2001 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberikan ijin penyelenggaraan Program Studi Perencanan Wilayah dan Kota ITS melalui Surat Dirjen Dikti Nomor: 2825/D/T/2001 tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Program-program Studi Jenjang Program Sarjana (S-1) pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Berdasarkan surat ijin tersebut selanjutnya Prodi PWK ITS mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2002/2003 melalui jalur SPMB. Seiring dengan berjalannya waktu Program Studi PWK ITS menerima mahasiswa baru dari program IPA dan IPS melalui beberapa skenario jalur penerimaan, diantaranya adalah :

  1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 yaitu seleksi nasional berdasarkan prestasi akademik siswa (rapor dan prestasi lainnya) dan biaya ditanggung pemerintah.
  2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 yaitu seleksi berdasarkan hasil tes tertulis dan atau ketrampilan serta biaya menjadi beban peserta.
  3. Seleksi Mandiri PTN yaitu mekanisme seleksi sepenuhnya diserahkan kepada setiap PTN, otomatis biaya dibebankan kepada peserta.

1.2 Rumusan Visi Program Studi yang Konsisten dengan Visi Lembaga

Institusi yang berintegritas dan berkompetensi tinggi dalam bidang perencanaan wilayah dan kota secara berkelanjutan dalam rangka mendukung otonomi daerah.

1.3 Rumusan Misi Program Studi yang diturunkan dari Misi Lembaga

Perkembangan ilmu dan teknologi telah mendorong institusi pendidikan untuk senantiasa ikut berkembang mengikuti perubahan yang terjadi dengan tetap mempertahankan ciri khas keilmuannya.  Berdasarkan hal tersebut, misi Prodi PWK :

  1. Membangun sumberdaya manusia yang berintegritas dan berkompetensi tinggi.
  2. mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang PWK.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang berkelanjutan.
  4. Mendukung pelaksanaan otonomi daerah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat

1.4 Rumusan Tujuan dan Sasaran Program Studi yang relevan dengan Misi

Secara umum sesuai dengan tujuan pendidikan jenjang S-1 di ITS yaitu untuk menyiapkan peserta didik menjadi sarjana teknik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu, teknologi dan masalah yang dihadapi masyarakat khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya.

Secara umum lulusan Program Studi PWK memiliki kualifikasi sebagai berikut:

  1. Memiliki integritas kepribadian yang tinggi sebagai sarjana ilmu teknik.
  2. Mampu mengembangkan kepemimpian yang efektif dan menumbuhkan rasa etika professional.
  3. Memiliki kemampuan bekerja atau meneruskan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
  4.  Mampu menghadapi situasi-situasi baru dalam profesinya sebagai sarjana teknik berdasarkan prinsip-prinsip fundamental secara mandiri, disertai percaya diri dan pertimbangan yang mantap.
  5. Mempunyai motivasi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan secara intelektual, sosial dan kultural.
  6. Mampu menyelesaikan masalah dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar ilmu teknik dan pemikiran analitis yang tertib sewaktu merumuskan masalah, menyederhanakan masalah tanpa kehilangan sifat kekhususannya.
  7. Mampu berperan serta dalam mendorong pembangunan di daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.

Secara khusus, lulusan Program Studi PWK adalah:

  1. Memiliki kemampuan bekerja dalam bidang keilmuan perencanaan, khususnya yang berkaitan dengan visi dan misi ITS, yaitu bidang keilmuan yang diarahkan kepada perencanaan tata ruang kawasan pesisir dan lautan.
  2. Mampu mengaplikasikan ilmu teknik perencanaan yang dimilikinya dan mampu meneruskan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  1. Mempunyai motivasi untuk mengikuti perkembangan teknologi, menerapkan prinsip-prinsip teknik perencanaan melalui pemikiran yang kritis dan analitis secara intelektual, sosial dan kultural.

1.5 Analisa SWOT Bidang Jatidiri, Integritas, Visi, Misi, Sasaran Dan Tujuan

Visi dari Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS adalah Institusi yang berintegritas dan berkompetensi tinggi dalam bidang perencanaan wilayah dan kota secara berkelanjutan dalam rangka mendukung otonomi daerah.

Analisa dalam lingkup Internal :

  1. Kekuatan :
    1. Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS merupakan Program Studi Negeri kedua di Jawa Timur setelah UNIBRAW.
    2. Posisi Geografis Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS yang terletak di Indonesia bagian timur berpotensi untuk melakukan jejaring yang masih banyak belum tersentuh.
    3. Adanya perkembangan tentang otonomi daerah menyebabkan lulusan PWK makin dibutuhkan.
  1. Kelemahan :
    1. Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS belum begitu dikenal oleh stakeholders, baik   kalangan pemerintahan maupun swasta dan oleh kalangan pelajar sendiri.
    2. Ada anggapan bahwa studi di PWK ruang lingkup pekerjaannya sempit, hanya mengandalkan proyek pemerintah saja.

Analisa dalam lingkup Eksternal :

  1. Peluang :
    1. Perkembangan manajemen kepemerintahan (utamanya) karena adanya otonomi daerah yang membuat kebutuhan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan masyarakat makin membutuhkan SDM dibidang perencanaan ketata ruangan.
    2. Potensi membuat jejaring dengan pemanfaatan ruang khususnya di kawasan Indonesia Timur yang cukup tinggi.
  1. Ancaman :
    1. Penurunan Kualitas dan Kinerja Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota.

Sikap yang diambil dalam mengatasi peluang dan ancaman adalah :

– Lebih keras mengenalkan Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS kepada masyarakat luas kususnya wilayah Jawa Timur.

–   Membuat jejaring atau kerja sama dengan pemerintah-pemerintah Daerah di Indonesia dan Konsultan-Konsultan Perencanaan.

–   Memperbaiki Kualitas SDM Dosen Karyawan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

–   Memperbaiki kinerja dan menata administrasi secara baik dan sesuai dengan prosedur.

Teknik – teknik yang dilakukan adalah :

–   Melakukan promosi-promosi ke Sekolah menengah umum di surabaya dan di daerah-daerah di Jawa Timur.

–  Mengadakan seminar maupun workshop yang mengundang instansi pemerintah dan juga swasta dalam mengenalkan tentang Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS.

–   Melaksanakan Pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Perencanaan Wilayah Dan Kota dalam bentuk pemberian penyuluhan pada Instansi Pemerintahan maupun melaksanakan riset dalam bidang Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS.

– Menjadi anggota organisasi Sekolah Perencana Indonesia, untuk bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan dalam bidang Perencanaan Wilayah Dan Kota.

–  Melakukan Pelatihan untuk meningkatkan SDM Dosen Dan Karyawan.

–  Mendorong dosen agar meneruskan jenjang pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

–   Membuat SOP dalam setiap prosedur pekerjaan karyawan.

BAB II

STRATEGI DAN TAKTIK PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA ITS    

2.1 Strategi Dalam Kemahasiswaan

1. Strategi Membuat Sistem rekruitment dan Seleksi Calon Mahasiswa secara Selekktif

– Sistem Rekrutmen

Sesuai dengan sistem dan aturan yang berlaku di ITS yaitu sistem penerimaan mahasiswa melalui jalur SPMB dan PMDK. Untuk penerimaan mahasiswa baru dengan jalur PMDK dilakukan 4 cara :

  1. PMDK Prestasi

Yaitu penerimaan mahasiswa melalui seleksi berdasarkan prestasi nasional dibidang tertentu misalnya seni, karya ilmiah atau olahraga.

  1. PMDK Beasiswa

Yaitu penerimaan mahasiswa melalui seleksi berdasarkan prestasi siswa di sekolah (SMA) dan ber-ekonomi lemah.

  1. PMDK Reguler

Yaitu penerimaan mahasiswa melalui seleksi berdasarkan prestasi di sekolah (SMA).

  1. PMDK Kemitraan

Yaitu penerimaan mahasiswa melalui seleksi berdasarkan kerjasama antara ITS dengan BUMN dan PEMDA.

Sedangkan untuk jalur test nasional Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dilaksanakan secara nasional dan dilakukan setiap menjelang tahun ajaran baru sekitar bulan Juli dan Agustus yang sudah terprogram.

Penerimaan mahasiswa baru Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota pada awalnya hanya melalui ujian SPMB tahun 2002 dengan daya tampung yang direncanakan sebesar 40 mahasiswa setiap tahun. Mulai tahun 2003 dilakukan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur PMDK Reguler yang dilaksanakan hingga tahun 2004. Pada tahun 2005 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota tidak lagi menerima mahasiswa baru melalui jalur PMDK Reguler, dan sebagai gantinya diadakan penerimaan melalui jalur PMDK Kemitraan. Pada tahun 2007 selain penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SPMB dan PMDK Kemitraan, juga dilakukan penerimaan melalui jalur PMDK Berbeasiswa dan PMDK Mandiri. Jumlah mahasiswa yang terdaftar pada tahun akademik 2007/2008 sebesar 264 mahasiswa.

1. Strategi Peningkatan Prestasi akademik

Total mahasiswa aktif dari tahun 2006 hingga 2007 sebanyak  237 mahasiswa.   Rerata jumlah lulusan per tahun 19 orang, IPK rerata adalah 3,27 dan lama studi 4,5 tahun dan persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu (4 tahun) = 17,9%, lulus dengan waktu empat sampai lima tahun = 69,2%, sedangkan mahasiswa yang lulus >5 tahun = 12,8% .

  1. 2.       Strategi Keterlibatan Mahasiswa dalam Bebagai Komisi yang Relevan.

Jumlah mahasiswa yang berminat pada bidang karya ilmiah selama 3 tahun terakhir meliputi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), Karya Tulis Remaja dan Program Karya Tulis Mahasiswa. Mahasiswa Prodi PWK cukup antusias untuk mengikuti berbagai program penulisan karya tulis mahasiswa.

– Taktik Dalam Kemahasiswaan

Usaha untuk menaikkan jumlah peminat baik dari segi kualitas dan kuantitas calon mahasiswa adalah dengan :

  • Menyebarkan leafleat Prodi PWK ke SMU se Jawa Timur
  • Sosialisasi Prodi PWK ke SMU se Jawa Timur. Baik dengan cara mendatangi ke SMU-SMU maupun mengundang pelajar SMU untuk mengunjungi Kampus.
  • Pada saat penyelenggaraan pelatihan/training dari luar (instansi pemerintah/swasta), selalu diinformasikan kepada peserta dan dibagikan leafleat tentang Prodi PWK.
  • Mengikuti acara pameran ilmiah dengan membuat anjungan Prodi PWK
  • Mengadakan “road show” dan pameran Prodi PWK ke beberapa SMU di propinsi Jawa Timur.
  • Pada tahun 2002 – 2008 Prodi PWK membatasi penerimaan mahasiswa setiap kelasnya yaitu sebesar 60 per kelas dikarenakan Prodi PWK belum mempunyai kelas dan gedung tersendiri untuk menyenggarakan perkuliahan. Selain itu tenaga kependidikan masih belum memadai untuk mengajar.
  • Untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang akademik, maka dalam pelaksanaan mata Kuliah Tugas Akhir Prodi PWK menyusun pedoman serta tata cara pelaksanaan Evaluasi yaitu diadakannya evaluasi selama 3 kali dan terjadwal agar mahasiswa dapat disiplin dalam menyelesaikan Tugas Akhirnya. Sehingga meminimalkan mahasiswa yang DO dan perpanjangan waktu tempuh studi. Selain itu adanya klinik untuk membantu pertanyaan serta tugas kuliah bagi mahasiswa yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas Perkuliahan dan Tugas Akhirnya.

1.2   DOSEN DAN TENAGA PENDUKUNG

1. Strategi Sistem Rekruitmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga Pendukung

            Dalam penambahan tenaga baik staf dosen maupun tenaga pendukung akan diseleksi berdasarkan kebutuhan pengelolaan program studi. Untuk penambahan tenaga dosen diusulkan berdasarkan :

  1. Rasio jumlah dosen dengan mahasiswa secara keseluruhan
  2. Kebutuhan kelompok bidang minat
  3. Informasi dari Fakuktas/Institut mengenai adanya kesempatan terhadap Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota untuk mendapatkan jatah staf dosen baru.

Sedangkan untuk tenaga pendukung berdasarkan tingkat kebutuhan dan juga informasi dari tingkat fakultas/institut tentang penerimaan staf baru.

  1. 1.  Strategi Pengelolaan Dosen dan Tenaga Pendukung.

Tenaga Akademik

Tenaga akademik Program Studi (S-1) Perencanaan Wilayah dan Kota FTSP ITS terdiri dari tenaga pengajar tetap dan tenaga pengajar tidak tetap. Pada awal pendiriannya, seluruh tenaga pengajar tetap berasal dari tenaga pengajar dari jurusan Arsitektur FTSP ITS yang ditransfer ke Program Studi (S-1) Perencanaan Wilayah dan Kota, sedangkan tenaga pengajar tidak tetap terdiri atas tenaga pengajar dari institusi lainnya, yang terdiri dari tenaga pengajar dari ITS, tenaga pengajar dari institusi pendidikan lain di luar ITS, praktisi di pemerintahan, praktisi di private sector, dan dari organisasi profesi.

Tenaga Administrasi

Pada Bagian administrasi yang mendukung kegiatan pengelolaan Program Studi (S-1) Perencanaan Wilayah dan Kota FTSP ITS yang berstatus PNS adalah sebanyak 2 0rang dan 3 orang berstatus Honorer pada tahun 2004, sedangkan pada tahun 2014 Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota mempunyai tenaga Administrasi dan tenaga penunjang akademik sebanyak 12 orang dengan status 4 PNS, 7 berstatus Honorer dan 1 sebagai Harian Lepas.

  1. 2. Strategi Peningkatan Karya akademik dosen (penelitian dan karya lainnya)

Karya akademik dosen dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dikelompokan menjadi :

  • Penelitian
  • Makalah yang diterbitkan di jurnal PWK
  • Prosiding pada acara seminar Nasional maupun Internasional

–                Taktik Dalam Tenaga Dosen Dan Pendukung

               Sebagai proses keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatan dosen, Prodi PWK berusaha meningkatkan kemampuan dengan memberikan berbagai kesempatan dalam

mengaplikasikan bidang ilmu yang diminati bagi kepentingan masyarakat maupun civitas akademika, melalui program-program sebagai berikut  :

  1. Mendorong dosen agar berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan seminar baik nasional maupun internasional.
  2. Meningkatkan kerjasama antar anggota Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI), anggota Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) dengan stakesholders, baik pemerintah maupun swasta mengenai kurikulum dan bidang keahlian agar didapatkan lulusan yang kompeten dengan ciri masing-masing.
  3. Memotivasi dosen untuk mengikuti berbagai hibah penelitian pada tingkat institutusi maupun nasional (DIKTI).
  4. Melakukan program bersama-sama institusi dan lembaga pemerintahan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, seperti penganggulangan bencana alam banjir dan longsor.
  5. Meningkatan Kemampuan Tenaga Pendukung dalam mengikutsertakan dalam Pelatihan sesuai dengan bidangnya.
  6. Mendorong Tenaga Dosen Dan Pendukung untuk melanjutkan studi lanjut baik dalam Negeri maupun Luar Negeri. Dengan memanfaatkan Beasiswa yang ada.

2.3  KURIKULUM

1.1  Strategi Kesesuaian Kurikulum dengan Visi, Misi, Sasaran, dan Tujuan

Kurikulum merupakan komponen yang sangat penting bagi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, karena dengan kurikulum program studi tersebut berusaha untuk mencapai visi dan misinya. Kurikulum bisa juga dipakai sebagai instrumen untuk melihat sasaran dan tujuan dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Kurikulum Program Studi S1 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota disusun sesuai dengan visi dan misinya untuk menghasilkan lulusan di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota yang berbasis kompetensi dan didukung dengan penguasaan materi yang kuat dan memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar nasional dan internasional.

Kurikulum Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota memiliki mata kuliah yang membekali mahasiswa dengan kemampuan aplikasi bidang perencanaan wilayah dan kota sebagai modal untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional, yang ditunjang dengan mata kuliah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya seperti mata kuliah managemen kota, Perencanaan Pariwisata. Kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam bentuk

perkuliahan, studio dan kegiatan yang berhubungan langsung dengan dunia kerja seperti Kerja Praktek (Magang, CoOp) dan Kuliah Tamu, sehingga diharapkan mahasiswa terbiasa dengan lingkungan kerja dan berinteraksi dengan dunia kerja sejak dini.

Untuk mencapai sasaran dan tujuan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota , kurikulum disusun untuk mewadahi 2 (dua) bidang minat meliputi Perencanaan Wilayah dan Perencanaan Kota.

Tugas Mata kuliah maupun studio ditunjang dengan sarana dan prasarana yang berbasis Teknologi Informasi sehingga menciptakan atmosfer akademik yang kondusif, sekaligus membiasakan mahasiswa bekerja di lingkungan yang berbasis komputasi.

2.2 Strategi Relevansi Kurikulum dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholders

Kurikulum Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dimonitor, dievaluasi dan dikembangkan, dimana prosesnya didasarkan pada tuntutan dan kebutuhan stakeholders dan kapabilitas yang dimiliki oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (baik sumber daya manusia dan prasarananya). Kegiatan yang berhubungan dengan kurikulum merupakan bagian dari Program Pengembangan Jurusan (PPJ).

Untuk mengetahui apakah kurikulum yang disusun dapat mencetak lulusan seperti yang diharapkan oleh stakeholders maka diperlukan tracer study, dimana langkah ini telah dimulai di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, melalui pembangunan database alumni yang berisikan tentang keberadaan alumni di masyarakat dan departemen. Cara ini diharapkan dapat membantu dalam mengetahui lama tunggu mencari kerja, kesesuaian pekerjaan dengan bidang Perencanaan Wilayah dan Kota. Sehingga informasi dari data-base yang baik dapat digunakan untuk menyusun strategi relevansi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.

Agar lulusan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota memiliki jiwa profesionalisme yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan cepat pada setiap kondisi lingkungan kerja serta beretika tinggi, maka pada kurikulum 2004-2009 dilengkapi dengan materi-materi profesionalisme, kehidupan bermasyarakat, team work, leadership, interpersonal dan communication skill. Mata kuliah dan kegiatan mahasiswa yang menunjang kompetensi di atas, misalnya : kewirausahaan, kerja praktek (magang, coop, dst), kuliah tamu, kuliah lapangan, study excursie, Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS (PIMITS) dan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM), mulai dari tingkat dasar sampai tingkat pemandu. Karena itu Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota mendorong dan mendukung mahasiswa agar lebih proaktif dalam kegiatan mahasiswa di lingkungan program studi, lembaga, regional dan nasional.

Taktik Dalam Bidang Kurikulum

  1. Membuat struktur dan isi kurikulum yang jelas agar bisa meningkatkan kompetensi mahasiswa.
  2. Membuat Integrasi Materi Pembelajaran (Intra antar Disiplin Ilmu) agar mahasiswa mampu mengaplikasikan Ilmu Perencanaan Wilayah Dan Kota Dalam Dunia Kerja.
  3. Membuat Kurikulum Lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdekat dan kepentingan internal lembaga.
  4. Membuat Mata Kuliah Pilihan agar mahasiswa flesibel dalam menentukan sendiri kompetensinya sesuai dengan kebutuhan dan harapannya.

 

2.4 Strategi Dalam Sarana Dan Prasarana

1. Strategi Pengelolaan, Pemanfaatan, Dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana

       Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana – prasarana di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dilakukan secara terkoordinir oleh masing–masing penanggung jawab di bawah wewenang Ketua Program Studi.

               Prasarana dan sarana : ruang perkuliahan, ruang dosen, ruang sidang di koordinasi oleh kepala seksi pengajaran. Pengelolaan dan pemanfaatan ruang kuliah dilakukan menurut jadwal perkuliahan setiap dosen, pemeliharaan dalam hal kebersihan dilakukan oleh seorang karyawan. Ruang sidang di gunakan untuk rapat dosen, rapat karyawan. Pemeliharaan prasarana dan sarana di lakukan secara berkala dengan anggaran rutin SPP, maupun SPI.

  1. 2.  Strategi Keberlanjutan Pengadaan, Pemeliharaan dan Pemanfaatannya.

Keberlanjutan pengadaan di lakukan dengan  anggaran rutin SPP & SPI oleh internal Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota maupun di usulkan ke Fakultas dan Institut.  Pengadaan sarana dan prasarana di usulkan sesuai skala prioritas kebutuhan yang di sesuaikan dengan kemampuan anggaran Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.  Sebagian pengadaan buku ruang baca, sarana pembelajaran seperti komputer, LCD, OHP, Laptop didanai dengan anggaran SPI. Semua pengguna sarana termasuk dosen, karyawan dan mahasiswa bila menggunakan sarana dan prasarana tersebut harus bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan penggunaannya. Biaya pemeliharaan sarana dan prasarana di anggarkan melalui dana operasional rutin Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, yaitu SPP mahasiswa dan Sumbangan Pengembangan Institut (SPI) mahasiswa setiap tahun.

Taktik Dalam Sarana Dan Prasarana

  1. Menciptakan Suasana Perkuliahan yang aman dan nyaman serta sehat.
  2. Menyediakan alat-alat penunjang dalam keberlangsungan proses belajar mengajar.
  3. Menyediakan Kesesuaian ruang dan alat dalam proses belajar mengajar serta ruang dalam penunjang pembelajaran seperti Laboratorium, perpustakaan, Ruang Studio dll.
  4. Memcari kerjasama dengan pemerintah dan swasta dalam pemenuhan dan perawatan sarana dan prasarana.
  5. Memanfaatkan Dana Hibah yang ada dalam pengadaan sarana dan prasarana.

 

BAB III

ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA ITS

 

3.1 FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL  

FAKTOR INTERNAL

Operasional

+ menciptakan Proses belajar mengajar yang kondusif dan berkelanjutan di bidang PWK

+ memberikan evaluasi untuk menentukan kualitas mahasiswa (1 semester diadakan secara 2 kali )

+ Kurikulum sesuai dengan kebutuhan pasar (dunia Kerja)

+ Proses penerimaan Mahasiswa dilakukan dengan selektif

– jumlah SDM yang kurang memadai

Marketing / Promosi

+ Promosi ke SMU-SMU di Jatim

+ Membuat jejaring atau kerjasama dengan pemerintah Dan Swasta

– Masayarakat belum banyak mengenal Jurusan PWK

– Lingkup Pekerjaan Kurang Luas

Keuangan

+ Ratio Keuangan Sehat

+ Memiliki System Informasi yang terintegrasi

– sumber pendanaan masih tergantung sama pemerintah

– Laporan keuangan masih menjadi satu dengan pusat

Personalia

+ Memiliki SDM yang sangat berkompeten di bidang PWK

– Masih Ada SDM yang belum menguasai IT

Litbang

+ Riset Dosen dan Mahasiswa sudah hampir lebih dari cukup

+ Membuat Penelitian dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat

– kurang terlibatnya mahasiswa dalam penelitian dosen

Budaya Perusahaan

+ Membuat dan menciptakan inovasi / produk dalam bidang PWK

– Budaya Kerja Masih Lemah

Struktur Organisasi

+ SOP dan Struktur Organisasi sudah jelas

– Penerapan SOP Masih lemah

Manajemen

– Mengikuti Manajemen Pusat

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

Strenght

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weaknes)

weaknes

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunity)

opportunity2

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threat)

Threat

3.2 ANALISIS SWOT

ANALISIS MATRIK SWOT

Total Skor Kekuatan  : 3,28

Total Skor Kelemahan : 2,62

Total Skor Peluang : 3,17

Total Skor Ancaman :  – 2,75

swot

 

Koordinat Analisis Internal  = (Total Skor Kekuatan – Total Skor Kelemahan)/2

Koordinat Analisis Internal = 0.33

Koordinat Analisis Internal  = (Total Skor Peluang – Total Skor Ancaman)/2

Koordinat Analisis Internal = 0.21

Jadi Titik Koordinatnya adalah (0.33;0.21)

DIAGRAM SWOT

matrik2

Dalam Hal ini Prodi PWK ITS berada pada Kuadran I yaitu ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh Prodi PWK ITS adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.

Dimana Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS Merupakan Prodi terbaru di ITS yang berdiri pada tahun 2002. Semakin tahun Prodi PWK ITS berbenah untuk merubah status dari Program Studi menjadi sebuah Jurusan dengan memanfaatkan peluang yang ada maka Prodi PWK ITS tumbuh untuk menjadi lebih baik lagi dalam segala bidang.

BAB IV

KESIMPULAN 

gambar

I. Strategi Stabilitas

Dengan Berkembangnya Otonomi Daerah, maka Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota mulai dibutuhkan di Dunia Kerja di seluruh pemerintah Kota Dan Kabupaten. Akan tetapi jumlah SDM dan pengetahuan masyarakat Jurusan PWK masih kecil. Sehingga kurang mampu dalam menyediakan lulusan Sarjana PWK dalam jumlah yang banyak.

Output :

Memperbanyak jumlah SDM yang kompeten di bidang PWK agar dapat menampung lebih banyak lagi mahasiswa baik mahasiswa dalam negeri dan luar negeri. Perbandingan antara jumlah SDM dan Mahasiswa sebanding. Melakukan promosi baik melalui media masa maupun melalui mahasiswa yang turun langsung ke sekolah-sekolah.

Outcome :

1. Menambah pendapatan yang lebih besar apabila dapat menambah jumlah mahasiswa yang belajar pada Jurusan PWK FTSP ITS.

2. Dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas tentang bidang Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota sehingga masyarakat bisa bersama-sama ikut mewujudkan pembangunan Daerah dan Kota.

Impact Teknologi :

–                   Dapat membantu Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh kota dan kabupaten dengan adanya kerjasama dengan Instansi Pemerintah.

–                   Membuat peta Zonasi yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan dalam pembangunan suatu daerah dan kota untuk mengurangi pemekaran wilayah.

–                   Lebih mempromosikan tentang Jurusan PWK melalui internet, baik pengetahuan tentang PWK maupun hasil inovasi yang diciptakan oleh PWK.

Time Line :

Tahun 2014

 

II. Strategi Ekspansi

Dengan Berkembangnya Otonomi Daerah, maka Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota Berusaha untuk melakukan pembenahan dalam proses belajar mengajar dan berkelanjutan.

Output :

Proses belajar mengajar yang kondusif dan berkelanjutan dengan memperbaiki kurikulum sesuai dengan Pasar (Dunia Kerja) secara nasional dan internasional. Serta lebih memperkenalkan Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ke seluruh Indonesia.

Outcome :

  1. Meningkatkan Sumber daya Dosen Dan Tenaga Kependidikan untuk memasuki era Pasar Bebas.
  2. Membuat Pembaharuan kurikulum setiap 5 tahun sekali yang disesuai dengan pangsa pasar.
  3. Melakukan promosi melalui kegiatan ” kembali ke asal sekolah ”. Disini mahasiswa yang telah menempuh kegiatan belajar mengajar melakukan promosi ke sekolah SMA/SMK mereka dulu dengan memperkenalkan produk yang di hasilkan oleh PWK serta presatasi apa saja yan telah di raih oleh mahasiswa PWK dan juga pengalaman pribadi mahasiswa yang bersangkutan.

Impact Teknologi :

–                   Menerapkan dan mengajarkan ilmu yang diperoleh dosen setelah mereka belajar di Luar Negeri.

–                   Mengkomparisasi sistem pendidikan di Luar negeri yang bisa di terapkan di Indonesia untuk membuat pendidikan lebih baik lagi.

–                   Mempersiapkan sdm karyawan yang lebih unggul untuk menghadapi mahasiswa nasional dan internasional serta menguasai perkembangan teknologi.

–                   Membuat web Jurusan walaupun di ITS sudah ada profil Jurusan PWK. Agar lebih mempermudahkan mahasiswa serta masyarakat untuk mengetahui apa Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota.

Time Line :

Tahun 2014

 

III. Strategi Kombinasi

Adanya pesaing yang menawarkan pendidikan dalam bidang PWK baik oleh Instansi pemerintah dan swasta yang lebih menjanjikan baik dalam proses belajar mengajar dan penyediaan kurikulum yang sama atau lebih baik.

Output :

Persaingan yang ketat dalam dunia kerja terhadap lulusan yang dihasilkan oleh Jurusan PWK ITS dengan Universitas yang lain baik Negeri maupun swasta. Semakin kecil peluang mendapatkan kerjasama dengan pemerintah dan Instansi lain apabila tidak mengikuti pengetahuan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Outcome :

–          Lebih memacu Perusahaan / Instansi untuk menjadi lebih baik dalam menghadapi perkembangan yang ada.

–          Mengutamakan dan lebih bersifat profesiaonal dalam menjalin hubungan kerjasama dengan Instansi Pemerintah Maupun Swasta.

 

Impact Teknologi :

–                   Melakukan studi banding ke universitas Luar Negeri yang dinilai mempunyai kualitas lebih baik dalam bidang PWK.

–                   Meningkatkan Penelitian dan Riset dalam bidang PWK yang bertujuan untuk menciptakan produk atau Inovasi yang dibutuhkan oleh Instansi Pemerintah Dan Swasta dalam mewujudkan pembangunan.

Time Line :

Tahun 2014

 

 IV. Strategi Penciutan

Keterbatasan dalam SDM di bidang PWK menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak tertampung untuk menempuh pendidikan di Jurusan PWK ITS, sehingga banyak mahasiswa yang mencari opsi universitas yang sama atau sebanding dengan Jurusan PWK ITS dalam mencapai cita-citanya.

 Output :

Lebih selektif dalam penerimaan mahasiswa karena adanya keterbatasan SDM sehingga Kuota penerimaan mahasiswa juga akan dibatasi sebanding dengan jumlah SDM yang ada.

Outcome :

–          Mendapatkan mahasisswa yang berkulitas baik dan diatas rata-rata.

–          Memudahkan dosen dalam mengajar mahasiswa dengan metode belajar mandiri.

 Impact Teknologi :

–                   Mengadakan beberapa jalur penerimaan mahasiswa secara online.

–                   Mengunakan media online dalam pembelajaran dengan metode belajar mandiri, dikarenakan yang diterima di Jurusan PWK merupakan mahasiswa yang terbaik.

Time Line :

Tahun 2014

 PROGRAM PENGEMBANGAN PRODI PWK – ITS

 Tenaga Pengajar

Keberadaan jumlah tenaga pengajar seperti yang telah dijelaskan di atas, ternyata masih dirasakan belum optimal, baik dari jumlah dan bidang keahliannya. Jumlah tenaga pengajar bisa dikatakan belum memenuhi kebutuhan. Hal ini dirasakan apabila terdapat kegiatan studio yang membutuhkan tim pengajar lebih dari satu. Tahap perkuliahan telah memasuki tahap akhir, sehingga mulai dibutuhkan dosen-dosen pembimbing mahasiswa tingkat akhir. Hal ini dirasakan masih kurang, terutama di bidang keahlian tertentu, terutama transportasi.

Berkaitan dengan permasalahan di atas, solusinya memang menambah jumlah tenaga pengajar di bidang yang dibutuhkan. Akan tetapi, hal tersebut sangat ditentukan oleh kebijakan di tingkat institut. Langkah awal yang dapat diupayakan mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan bagi tenaga pengajar untuk memperoleh pengayaan di bidang keahlian yang dibutuhkan Prodi PWK. Di samping itu juga diperlukan pengembangan metode pembelajaran, misalnya dengan menyusun diktat dan modul perkuliahan sehingga dapat membantu proses pembelajaran.

KPI dosen dan Mahasiswa :

Tahun 2011 jumlah Mahasiswa 69 orang dengan jumlah dosen 16 orang

Tahun 2012 jumlah Mahasiswa 79 orang dengan jumlah dosen 18 orang

Tahun 2013 jumlah Mahasiswa 90 orang dengan jumlah dosen 23 orang

Dengan adanya data tersebut diatas kenaikan mahasiswa rata-rata 13 % pertahun. Dan jumlah dosen tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa dikarenakan perbandingan dosen dan mahasiswa sebesar 1 : 20.

 

Peralatan

Peralatan yang tersedia di Prodi PWK sudah mencukupi. Hanya saja pemanfaatan peralatan tersebut belum optimal. Hal ini dikarenakan belum adanya mekanisme yang baku yang mengatur pemanfaatan peralatan tersebut. Sehingga seringkali ditemui peralatan yang tidak terpakai, atau peralatan yang rusak, tetapi masih menumpuk di gudang dan belum diperbaiki.

 

Organisasi dan kelembagaan

Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki, terutama tenaga karyawan. Disamping itu, sistem prosedur operasional di program ini belum dapat berjalan dengan baik. Misalnya saja untuk pengelolaan Lab. Komputer, Perpustakaan, studiodan sistem administrasinya kurang dapat berjalan dengan optimal.

Kondisi-kondisi di atas jika dibiarkan tentunya akan mengganggu kinerja dari Prodi PWK. Dalam perspektif organisasi dan klembagaan ini, potensi dan permasalahan seperti yang diuraikan di atas disebabkan oleh :

  1. Masih belum lengkapnya komponen-komponen organisasi yang dibutuhkan, sehingga pada pelaksanaannya masing-masing komponen saling tumpang tindih.
  2. Belum optimalnya fungsi dan peranan karyawan dalam mendukung kinerja program studi ini
  3. Belum adanya sistem dan prosedur yang baku dalam mengelola program studi, baik dari sisi administrasi, sistem pengelolaan peralatan dan manajemen pelaksanaan akademis

Sumberdaya

  1. Menurunya minat calon mahasiswa untuk memilih Prodi PWK
  2. Masih kurangnya tenaga pengajar terutama untuk bidang-bidang tertentu
  3. Masih kurangnya jumlah tenaga administrasi beserta bidang keahlian yang dibutuhkan

 Kurikulum

Berdasarkan kompetensi yang diharapkan di atas, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota telah mengembangkan struktur kurikulum yang berbasiskon kompetensi. Hanya saja dalam pelaksanaannya, kurikulum tersebut belum didukung oleh sarana dan prasarana penunjang pengajaran. Berkaitan dengan hal tersebut, hal yang dirasakan paling mendesak dibutuhkan adalah pengembangan metode pembelajaran. Belum Optimalnya pengembangan metode pembelajaran menyebabkan kurikulum berbasiskan kompetensi tidak berjalan dengan baik

Seleksi Mahasiswa

Berdasarkan hasil pertemuan dengan stakeholders di lingkungan Prodi PWK, penurunan nilai SPMB dan perolehan rangking di ITS diduga disebabkan karena menurunnya minat calon mahasiswa yang memilih program studi ini. Penurunan nilai ini ternyata juga berkorelasi dengan penurunan kualitas SDM mahasiswa di Prodi PWK. Unutk mengatasi permasalahan ini diperlukan perancangan sistem pembelajaran yang baik, sehingga kurikulum yang telah didesai berbasiskan kompetensi dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa.

Tenaga Administrasi

Jumlah tenaga administrasi masih sangat kurang dibandingkan dengan beban tugas yang harus mereka hadapi. Di samping itu, kompetensi yang mereka miliki juga belum mendukung untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Hal ini sangat dirasakan dalam pelaksanaan kegiatan Prodi PWK sehari-hari, dimana kinerjanya belum dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar. Namun demikian, permasalahan ini diperkirakan dapat teratasi secara strategis dengan mengupayakan sistem prosedur baku pelaksanaan

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply