Tugas Manajemen Strategik (UAS)

TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK

Logo Narotama

Nama : IKA YULIA 

NIM : 01112059

 

SEJARAH PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA ITS

Prodi Perencanaan Wilayah Dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya berada pada lingkup Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Program ini dibuka pada tahun akademik 2002/2003, dengan daya tampung sebanyak 60 mahasiswa tiap tahun. Dasar hukum pendirian program studi ini adalah sebagai berikut:

–          Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

–          Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.

–          Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi sebagai Badan Hukum.

Pada tanggal 25 Agustus 2001 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberikan ijin penyelenggaraan Program Studi Perencanan Wilayah dan Kota ITS melalui Surat Dirjen Dikti Nomor: 2825/D/T/2001 tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Program-program Studi Jenjang Program Sarjana (S-1) pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Berdasarkan surat ijin tersebut selanjutnya Prodi PWK ITS mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2002/2003 melalui jalur SPMB. Gedung Prodi PWK ITS masih menjadi satu dengan gedung Jurusan Arsitektur ITS dikarenakan Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota memang pecahan dari Jurusan Arsitektur ITS pada Tahun 2008 Prodi PWK baru mempunyai gedung sendiri dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan juga administrasinya.

Selama berdiri Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota baru mendapatkan Akreditasi Prodi pada Tahun 2010 dengan Predikat B. Dikarenakan pada waktu itu Prodi PWK belum berkonsentrasi pada penataan Prodi tetapi berkonsentrasi pada pembangunan Prodi. Pada Tahun 2014 Prodi Perencanaan Wilayah Dan Kota berubah menjadi Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS.

VISI Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS

Menjadi Jurusan dengan reputasi internasional dalam bidang perencanaan wilayah Dan Kota secara berkelanjutan dalam rangka mendukung otonomi daerah dan pembangunan nasional.

MISI Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS

  1. Melaksanakan program pendidikan dan kegiatan penelitian di bidang perencanaan Wilayah Dan Kota yang bereputasi internasional.
  2. mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang PWK.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang berkelanjutan.
  4. Mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan pembangunan Nasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan membuat produk inovasi dalam bidang perencanaan wilayah dan kota

Tujuan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

  1. Mengembangkan program pendidikan bertaraf internasional dalam bidang keilmuan yang diarahkan kepada perencanaan tata ruang kawasan pesisir dan lautan.
  2. Mencetak peserta didik untuk dapat menerapkan prinsip-prinsip teknik perencanaan melalui pemikiran yang kritis dan analitis secara intelektual, sosial dan kultural.
  3. Meningkatkan program penelitian bereputasi internasional dan memberi kontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Memperkuat jaringan kerjasama di tingkat nasional dan internasional untuk meningkatkan pelayanan yang relevan dengan menjawab masalah atau kebutuhan empiris di tingkat nasional dan internasional.

 Analisa SWOT dari visi , Misi Dan Tujuan Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota

Analisa dalam lingkup Internal :

Kekuatan :

  1. Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS merupakan Program Studi Negeri kedua di Jawa Timur setelah UNIBRAW.
  2. Posisi Geografis Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS yang terletak di Indonesia bagian timur berpotensi untuk melakukan jejaring yang masih banyak belum tersentuh.
  3. Adanya perkembangan tentang otonomi daerah menyebabkan lulusan PWK makin dibutuhkan.

Kelemahan :

1. Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS belum begitu dikenal oleh stakeholders, baik   kalangan pemerintahan maupun swasta dan oleh kalangan pelajar sendiri.

2. Ada anggapan bahwa studi di PWK ruang lingkup pekerjaannya sempit, hanya mengandalkan proyek pemerintah saja.

Analisa dalam lingkup Eksternal :

Peluang :

  1. Perkembangan manajemen kepemerintahan (utamanya) karena adanya otonomi daerah yang membuat kebutuhan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan masyarakat makin membutuhkan SDM dibidang perencanaan ketata ruangan.
  2. Potensi membuat jejaring dengan pemanfaatan ruang khususnya di kawasan Indonesia Timur yang cukup tinggi.

 Ancaman :

1. Penurunan Kualitas dan Kinerja Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota.

Sikap yang diambil dalam mengatasi peluang dan ancaman adalah :

–             Lebih keras mengenalkan Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS kepada masyarakat luas kususnya wilayah Jawa Timur.

–             Membuat jejaring atau kerja sama dengan pemerintah-pemerintah Daerah di Indonesia dan Konsultan-Konsultan Perencanaan.

–             Memperbaiki Kualitas SDM Dosen Karyawan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

–             Memperbaiki kinerja dan menata administrasi secara baik dan sesuai dengan prosedur.

Teknik – teknik yang dilakukan adalah :

–             Melakukan promosi-promosi ke Sekolah menengah umum di surabaya dan di daerah-daerah di Jawa Timur.

–         Mengadakan seminar maupun workshop Nasional Dan Internasional yang mengundang instansi pemerintah dan juga swasta serta Universitas Luar Negeri dalam mengenalkan tentang Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS.

–             Melaksanakan Pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Perencanaan Wilayah Dan Kota dalam bentuk pemberian penyuluhan pada Instansi Pemerintahan maupun melaksanakan riset dalam bidang Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS.

–       Menjadi anggota organisasi Sekolah Perencana Indonesia, untuk bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan dalam bidang Perencanaan Wilayah Dan Kota.

–             Melakukan Pelatihan untuk meningkatkan SDM Dosen Dan Karyawan dalam bidang PWK dan Bahasa Inggris.

–             Mendorong dosen agar meneruskan jenjang pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

–             Membuat SOP dalam setiap prosedur pekerjaan karyawan.

ANALISIS SWOT

KEKUATAN  (Strength)

 Kekuatan1

KELEMAHAN  (Weaknes)

 Kelemahan 1

PELUANG (Opportunity)

Peluang 2

 

ANCAMAN  (Threat)

Ancaman

MATRIK SWOT

 Dilihat dari hasil analisis internal dan eksternal pada tabel diatas, maka bisa didapatkan total sebagai berikut :

  1. Total Skor Kekuatan    : 3,33
  2. Total Skor Kelemahan : -2,62
  3. Total Skor Peluang      : 3,17
  4. Total Skor Ancaman    : -2,75

  Sedangkan Luasan Matriks berdasarkan total Skor diatas adalah :

 matriks

 Berdasar tabel tersebut di atas, maka diperoleh ranking luas matrik kuadran sebagai berikut :

  1. Ranking ke 1       : pada kuadran I dengan luas matrik 10.56
  2. Ranking ke 2       : pada kuadran IV dengan luas matrik 8.31
  3. Ranking ke 3       : pada kuadran II dengan luas matrik 7.21
  4. Ranking ke 4       : pada kuadran III dengan luas matrik 9.16

 Berdasarkan pada Hasil Rangking luas matrik tersebut di atas, maka penentuan posisi perusahaan dapat digambar sebagai Matrik SWOT yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

matrik2

 Penentuan koordinat dari gambar tersebut adalah sebagai berikut :

Koordinat Analisis Internal    = (Skor total Kekuatan – Skor total Kelemahan) : 2

Koordinat Analisis Internal = (3,33 –2,62)/2 = 0.36

Koordinat Analisis Eksternal  = (Skor total Peluang – Skor total Ancaman) : 2

Koordinat Analisis Eksternal  = (3,17-2,75)/2 = 0,21

Titik koordinat terletak pada (0,36; 0,21)

ANALISIS SETIAP KUADRAN

1. Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada

a. Membuat Kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau dunia kerja sehingga mahasiswa diberikan proses belajar secara berkelanjutan untuk dapat berperan serta dalam memajukan otonomi daerah.

b. Lebih mengenalkan Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ke seluruh Wilayah Jatim dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota atau Kabupaten.

2. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

a. Melakukan kerjasama dengan Instansi Pemerintah Kota / Kabupaten dalam Pengabdian kepada masyarakat.

b . Membuat produk inovasi untuk mendukung dan mendorong otonomi daerah guna mewujudkan pembangunan nasional.

3. Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.

a. Meningkatkan ketrampilan atau kualitas SDM yang ada alam menghadapi persaingan yang ketat.

b . Menambah jumlah SDM yang ada dalam memenuhi kebutuhan dalam proses belajar mengajar serta kualitas pelayanan akademik.

4. Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang

a. Memperbaiki dan membuat differensiasi dalam Proses Belajar mengajar yang berkelanjutan.

b. Membuat Kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar (dunia kerja) dalam menghadapi persaingan antar Perguruan Tinggi yang lain.

c. Meningkatkan Promosi untuk mengenalkan Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS.

Berdasarkan gambar tersebut di atas,dalam Hal ini Jurusan PWK ITS berada pada Kuadran I yaitu ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh Jurusan PWK ITS adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.

 Dimana Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS Merupakan Jurusan terbaru di ITS yang berdiri pada tahun 2002. Semakin tahun Jurusan PWK ITS berbenah untuk merubah status dari Program Studi menjadi sebuah Jurusan dengan memanfaatkan peluang yang ada, maka Jurusan PWK ITS tumbuh untuk menjadi lebih baik lagi dalam segala bidang.

Setelah mengetahui posisi Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota FTSP ITS berada di Kuadran I, maka Strategi yang dapat dilakukan oleh Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota adalah sebagai berikut :

gambar

 STRATEGI BISNIS UNIT 

IStrategi Ekspansi

Dengan Berkembangnya Otonomi Daerah, maka Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota Berusaha untuk melakukan pembenahan dalam proses belajar mengajar dan berkelanjutan.

Output :

Proses belajar mengajar yang kondusif dan berkelanjutan dengan memperbaiki kurikulum sesuai dengan Pasar (Dunia Kerja) secara nasional dan internasional. Serta lebih memperkenalkan Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ke seluruh Indonesia.

Outcome :

  1. Meningkatkan Sumber daya Dosen Dan Tenaga Kependidikan untuk memasuki era Pasar Bebas.
  2. Membuat Pembaharuan kurikulum setiap 5 tahun sekali yang disesuai dengan pangsa pasar.
  3. Melakukan promosi melalui kegiatan ” kembali ke asal sekolah ”. Disini mahasiswa yang telah menempuh kegiatan belajar mengajar melakukan promosi ke sekolah SMA/SMK mereka dulu dengan memperkenalkan produk yang di hasilkan oleh PWK serta presatasi apa saja yan telah di raih oleh mahasiswa PWK dan juga pengalaman pribadi mahasiswa yang bersangkutan.

Impact Teknologi :

–                   Menerapkan dan mengajarkan ilmu yang diperoleh dosen setelah mereka belajar di Luar Negeri.

–                   Mengkomparisasi sistem pendidikan di Luar negeri yang bisa di terapkan di Indonesia untuk membuat pendidikan lebih baik lagi.

–                   Mempersiapkan sdm karyawan yang lebih unggul untuk menghadapi mahasiswa nasional dan internasional serta menguasai perkembangan teknologi.

–                   Membuat web Jurusan walaupun di ITS sudah ada profil Jurusan PWK. Agar lebih mempermudahkan mahasiswa serta masyarakat untuk mengetahui apa Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota.

Time Line :

Tahun 2014

 II. Strategi Kombinasi

Adanya pesaing yang menawarkan pendidikan dalam bidang PWK baik oleh Instansi pemerintah dan swasta yang lebih menjanjikan baik dalam proses belajar mengajar dan penyediaan kurikulum yang sama atau lebih baik.

Output :

Persaingan yang ketat dalam dunia kerja terhadap lulusan yang dihasilkan oleh Jurusan PWK ITS dengan Universitas yang lain baik Negeri maupun swasta. Semakin kecil peluang mendapatkan kerjasama dengan pemerintah dan Instansi lain apabila tidak mengikuti pengetahuan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Outcome :

–          Lebih memacu Perusahaan / Instansi untuk menjadi lebih baik dalam menghadapi perkembangan yang ada.

–          Mengutamakan dan lebih bersifat profesiaonal dalam menjalin hubungan kerjasama dengan Instansi Pemerintah Maupun Swasta.

 Impact Teknologi :

–                   Melakukan studi banding ke universitas Luar Negeri yang dinilai mempunyai kualitas lebih baik dalam bidang PWK.

–                   Meningkatkan Penelitian dan Riset dalam bidang PWK yang bertujuan untuk menciptakan produk atau Inovasi yang dibutuhkan oleh Instansi Pemerintah Dan Swasta dalam mewujudkan pembangunan.

Time Line :

Tahun 2014

 III. Strategi Stabilitas

Dengan Berkembangnya Otonomi Daerah, maka Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota mulai dibutuhkan di Dunia Kerja di seluruh pemerintah Kota Dan Kabupaten. Akan tetapi jumlah SDM dan pengetahuan masyarakat Jurusan PWK masih kecil. Sehingga kurang mampu dalam menyediakan lulusan Sarjana PWK dalam jumlah yang banyak.

Output :

Memperbanyak jumlah SDM yang kompeten di bidang PWK agar dapat menampung lebih banyak lagi mahasiswa baik mahasiswa dalam negeri dan luar negeri. Perbandingan antara jumlah SDM dan Mahasiswa sebanding. Melakukan promosi baik melalui media masa maupun melalui mahasiswa yang turun langsung ke sekolah-sekolah.

Outcome :

  1. Menambah pendapatan yang lebih besar apabila dapat menambah jumlah mahasiswa yang belajar pada Jurusan PWK FTSP ITS.
  2. Dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas tentang bidang Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota sehingga masyarakat bisa bersama-sama ikut mewujudkan pembangunan Daerah dan Kota.

Impact Teknologi :

–                   Dapat membantu Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh kota dan kabupaten dengan adanya kerjasama dengan Instansi Pemerintah.

–                   Membuat peta Zonasi yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan dalam pembangunan suatu daerah dan kota untuk mengurangi pemekaran wilayah.

–                   Lebih mempromosikan tentang Jurusan PWK melalui internet, baik pengetahuan tentang PWK maupun hasil inovasi yang diciptakan oleh PWK.

 Time Line :

Tahun 2014

IV. Strategi Penciutan

Keterbatasan dalam SDM di bidang PWK menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak tertampung untuk menempuh pendidikan di Jurusan PWK ITS, sehingga banyak mahasiswa yang mencari opsi universitas yang sama atau sebanding dengan Jurusan PWK ITS dalam mencapai cita-citanya.

Output :

Lebih selektif dalam penerimaan mahasiswa karena adanya keterbatasan SDM sehingga Kuota penerimaan mahasiswa juga akan dibatasi sebanding dengan jumlah SDM yang ada.

Outcome :

–          Mendapatkan mahasisswa yang berkulitas baik dan diatas rata-rata.

–          Memudahkan dosen dalam mengajar mahasiswa dengan metode belajar mandiri.

 Impact Teknologi :

–                   Mengadakan beberapa jalur penerimaan mahasiswa secara online.

–          Mengunakan media online dalam pembelajaran dengan metode belajar mandiri, dikarenakan yang diterima di Jurusan PWK merupakan mahasiswa yang terbaik.

Time Line :

Tahun 2014

Sedangkan Program-Program Yang akan dilakukan Jurusan PWK  adalah :

Program PWK

 

Uraian Dari Program Yang Telah Disusun oleh Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota ITS adalah :

 

program 2

Evaluasi dan Pengawasan (Controlling) Strategi Organisasi

Seyogyanya, program kerja yang dibuat haruslah memiliki keterkaitan dengan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Hal tersebut diperlukan agar memudahkan organisasi untuk mengevaluasi dan mengkontrol program kerja sehingga menjadi lebih terarah dalam mencapai tujuan organisasi yang diharapkan.

Dalam tabel di bawah ini dapat dilihat bahwa program kerja dibuat harus mempunyai ukuran hasil (lag indicator). Ukuran hasil (lag indicator) merupakan indikator apa saja yang digunakan untuk mengukur apakah suatu program kerja dikatakan telah berhasil atau mencapai tujuan yang diharapkan oleh organisasi.

Evaluasi

 

 

 

 

 

 

 

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply